Jasa Pasang Access Door dan Kontrol Akses Ruangan

Jasa pasang access door Rekan IT memasang kontrol akses pintu dengan kartu, sidik jari, atau pengenalan wajah, lengkap dengan kunci magnet, tombol keluar, tombol darurat, catu daya cadangan, dan pencatatan siapa masuk kapan.

Kontrol akses pintu menyelesaikan dua hal sekaligus: membatasi siapa boleh masuk ke mana, dan mencatat siapa masuk kapan. Yang kedua sering lebih berguna daripada yang pertama, terutama saat ada sesuatu yang perlu ditelusuri.

Yang perlu diperhatikan sejak awal justru bukan soal teknologi pembacanya, melainkan soal apa yang terjadi saat listrik mati atau saat ada keadaan darurat. Pintu yang tidak bisa dibuka saat kebakaran adalah masalah yang jauh lebih besar daripada pintu yang tidak terkunci.

Menentukan pintu mana yang perlu dikendalikan

Tidak semua pintu perlu kontrol akses. Yang biasanya masuk akal: pintu masuk utama di luar jam kerja, ruang server, ruang penyimpanan barang bernilai, ruang arsip, dan ruang keuangan.

Yang jarang sepadan: pintu antar ruang kerja biasa. Kontrol akses di sana lebih sering menghambat pekerjaan daripada mencegah sesuatu, dan biasanya berakhir dengan pintu yang diganjal terbuka.

Pertanyaan yang membantu memutuskan: apa yang ingin dicegah, dan apakah pintu itu benar-benar jalan masuk satu-satunya. Kontrol akses pada satu pintu ruangan yang punya tiga pintu lain tanpa kontrol tidak mencegah apa pun.

Kunci magnet dan yang terjadi saat listrik mati

Kunci magnet menahan pintu selama diberi listrik. Kalau listrik mati, pintu terbuka. Ini yang disebut aman saat gagal, dan untuk jalur evakuasi memang itu yang benar.

Ada juga jenis kunci yang tetap terkunci saat listrik mati. Itu tepat untuk ruang server atau ruang arsip yang tidak jadi jalur evakuasi, tetapi tidak boleh dipakai pada pintu yang harus bisa dilewati saat kebakaran.

Keputusan ini bukan soal selera, melainkan soal keselamatan dan aturan bangunan. Kami tanyakan fungsi tiap pintu sebelum memilih jenis kuncinya, dan menolak memasang kunci yang tetap terkunci pada jalur evakuasi.

Tombol keluar dan tombol darurat

Setiap pintu berkontrol akses perlu cara keluar tanpa kartu dari sisi dalam. Ini biasanya tombol yang memutus daya kunci selama beberapa detik.

Selain itu perlu tombol darurat yang memutus daya secara paksa, dipasang di kotak yang harus dipecahkan atau ditarik. Fungsinya berbeda dari tombol keluar biasa: tombol darurat memutus daya sampai direset, bukan hanya beberapa detik.

Keduanya sering dianggap pelengkap yang bisa dihemat. Padahal keduanya justru bagian yang paling penting dari sistem, dan yang paling mungkin diperiksa saat ada pemeriksaan keselamatan bangunan.

Kartu, sidik jari, atau wajah

Kartu paling murah dan paling cepat dibaca, tetapi bisa dipinjamkan. Untuk kebanyakan kantor itu cukup, karena tujuannya membatasi orang luar, bukan mengawasi karyawan sendiri.

Sidik jari tidak bisa dipinjamkan tetapi lebih lambat dan bermasalah untuk pekerjaan yang tangannya kotor atau basah. Di pabrik dan dapur, pembaca sidik jari sering jadi sumber keluhan harian.

Pengenalan wajah paling cepat dan tidak perlu menyentuh, tetapi paling mahal dan paling terpengaruh pencahayaan. Kalau dipasang menghadap jendela yang terang, tingkat kegagalannya naik cukup banyak.

Kombinasi juga mungkin: kartu untuk pintu umum, sidik jari untuk ruang terbatas. Ini biasanya susunan yang paling masuk akal secara biaya.

Pencatatan dan integrasi absensi

Setiap pembacaan tercatat berikut waktu dan hasilnya, termasuk percobaan yang ditolak. Catatan percobaan gagal sering lebih berguna daripada catatan yang berhasil.

Data ini bisa disambungkan ke sistem absensi, tetapi perlu dibicarakan lebih dulu. Data akses pintu dan data absensi punya tujuan berbeda, dan menyamakan keduanya sering menimbulkan persoalan — orang yang lupa membawa kartu jadi tercatat tidak masuk.

Kalau memang digabungkan, kami sarankan tetap ada mekanisme koreksi manual dengan persetujuan atasan. Sistem yang tidak punya jalan koreksi akan menghasilkan sengketa yang tidak perlu.

Catu daya cadangan

Sistem kontrol akses perlu catu daya cadangan supaya pencatatan tidak terputus saat listrik mati, dan supaya pintu yang seharusnya tetap terkunci memang tetap terkunci.

Kapasitasnya dihitung dari jumlah pintu dan lama pemadaman yang wajar di lokasi Anda. Untuk area yang sering padam, kami sarankan kapasitas yang lebih besar daripada bawaan paket.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa yang terjadi pada pintu saat listrik mati?

Bergantung jenis kuncinya. Kunci magnet biasa akan terbuka, dan itu yang benar untuk jalur evakuasi. Untuk ruang server atau arsip bisa dipakai jenis yang tetap terkunci, asal pintunya bukan jalur evakuasi.

Lebih baik kartu, sidik jari, atau wajah?

Kartu cukup untuk kebanyakan kantor. Sidik jari bermasalah di tempat yang tangannya kotor atau basah. Pengenalan wajah paling cepat tetapi paling mahal dan terpengaruh pencahayaan.

Bisakah disambungkan ke sistem absensi?

Bisa, tetapi perlu dibicarakan lebih dulu. Data akses pintu dan data absensi punya tujuan berbeda, dan menyamakannya sering menimbulkan sengketa saat ada yang lupa membawa kartu.

Berapa pintu yang sebaiknya dikendalikan?

Yang benar-benar perlu: pintu masuk utama di luar jam kerja, ruang server, ruang arsip, dan ruang bernilai. Kontrol akses pada pintu antar ruang kerja biasa lebih sering menghambat daripada mencegah.

Apakah termasuk catu daya cadangan?

Termasuk. Kapasitasnya dihitung dari jumlah pintu dan lama pemadaman yang wajar di lokasi Anda, bukan mengikuti bawaan paket.

Ceritakan dulu kebutuhan IT Anda

Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim gambaran kondisinya lewat WhatsApp, kami balas dengan perkiraan lingkup kerja, lama pengerjaan, dan biayanya.

Chat WhatsApp